RSS

Maaf coach(seandainya masih boleh menyebut coach)

Sebelumnya saya minta maaf pak harus bikin catatan ini.
TapiH saya merasa berdosa kalo gak ngomong.
Masalah kemarin. Saya kok merasa berdosa sekali.
Saya merasa bersalah sampai sampai gak bisa tidur nih.
Masalah kemarin perilaku saya saat coaching. Saya kurang ajar ya.
Maaf pak itu bukan saya yg sesungguhnya. Serius. Saya kebawa suasana.
Saya tidak menyalahkan bapak atas pertanyaan2 yg bapak ajukan hingga  membuat saya sedikit kecewa. Bapak memang gak tau apa apa. Bukan kesalahan bapak. Tapi baiknya saya harus luruskan hal ini.
Jangan sampai ada kesan bahwa saya melecehkan coaching yg bapak lakukan.
Sama sekali tidak. Dosa saya kalau melakukannya.
Saya teramat sangat berterima kasih atas segala kebaikan bapak yg
mau memberikan coaching pada saya. Membantu saya mengatasi masalah yg saya hadapi. Sudah seharusnya lah saya berterima kasih.
Tapi kemarin saya diluar kendali.
Ok saya harus jelaskan pada bapak biar clear masalahnya.
Saya menikah dengan suami saya tahun 2003 awal. Belum 2 tahun setelah saya lulus sma.
Dan teenyata langsung punya ghazy. Latar belakang pernikahan kami sangat aneh. Karena gurauan, jadi tantangan dan akhirnya  menikah. Dan kami menikah berdua tanpa orang tua. Sayangnya saya langsung hamil. Tahun2 awal pernikahan bagaikan neraka. Saya betul2 terjepit. Karir rusak, oleh keluarga dibuang, menikah dengan orang yg tidak semanis saya bayangkan. Kasar, menyebalkan, bahkan ringan tangan. Hal ini terus berlanjut pada tahun2 berikutnya. Saya tidak berharga dimata suami. Saya. Punya balita dgn keadaan suami yg seperti itu membuat saya tertekan. Saya berubah jd org yg penakut, pendiam, dan depresi. Bertahun tahun lamanya. Suami saya secara materi dan kedudukan saat itu serba ada. Tapi saya tidak pernah merasakannya.
Itu bertahun tahun. Sampai akhirnya ghazy masuk sd, suami keluar dr kantor keadaan agak membaik. Setidaknya dia sudah tidak pernah marah2 karena urusan kantor.
Barbagai macam cara saya coba untuk membuat dia berubah jadi baik dan sayang pd saya dan ghazy. Hampir 10 tahun kemudian, saat saya hamil Fawwaz, dia baru mulai berubah. Dan perubahan nya gg paking signifikan yaitu saat fawwaz lahir. Dia ikut menyaksikan kelahiran Fawwaz. Dstu dia mulai berubah seperti sekarang. Mau berbagi tugas di dapur, sayang sama anak anak, walau sisi2 romantisnya tidak eprnha keHluar. Terlalu ego dia mah buat muji istriny.
Makanya kemaren saat bapak memberikan tugas2 dan pertanyaan itu saya jengkel. Bukan saya harusnya yg diberi tugas itu. Tapi suami saya. Apa dia pernah merasakan keberadaan saya disinya itu ada harganya.
Sya jengkel karena bapak terus mendesak saya dan seakan akan saya yang salah. Saya yg tidak menghargai suami saya. Salah...
Justru sebaliknya.
Hampir 10 tahun itu saya yg istilahnya mengikuti semua kemauan dia walau saya dipukul, dihina, dan dilecehkan sama dia. Masa depan saya, karir saya, semua habis dia rampas. Saya diam.
Jikalau saya sekarang bisa seperti ini, bisa bergaul dengan dunia luar dan mulai mau mencari jalan hidup, itu baru saya nikmati pak. Baru baru ini saja. Baru ini kemajuan yg saya dpat. Itulah mengapa saya buru2 ambil segala kesempatan yang ada. Karena saya sudah tertinggal jauh. Terlalu lama saya hanya bisa bermimpi. Dan baru sekarang saya baru bisa melangkah menggapai mimpi2 saya.
Sekarang, jika dia manis seperti itu, wajar saja. Apa yg saya lakukan lebih dari itu.
Maaf pak, sudah melibatkan bapak dengan konflik ini.
Saya hanya bercerita agar bapak memahami mengapa semalam saya marah.
Maafkan saya. Saya memang terlalu moody.
Oh ya maaf kalo saya selama ini suka bersikap terlalu kekanakan atau bahkan tidak sopan.
Sebetulnya itu bukan saya.
Saya juga tidak tau mana yg aslinya saya.
Tapi biasanya saya bersikap aneh saat saya harus memproteksi apa yg sebetulnya sedang saya rasakan. Saya terlalu banyak memakai topeng. Sampai sampai saya tidak tau siapa diri saya yang asli.
Tapi sungguh saya benar2 tidak bermaksud melecehkan atau berbuat tidak sopan dan tidak tau berterima kasih pada bapak.

Maaf yang sebesar besarnya.
Saya tidak mau dosa karena telah mengecewakan guru saya. Maaf...
Sekali lagi maaf.

Saya tidak meminta bapak untuk apapun dr tulisan tadi.
Hanya sekedar ikhtiar saya untuk memperbaiki kesalahan yang sudah saya lakukan.

Purwokerto, 26 Oktober 2016
00.38 wib

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar