tentangmu....
11.29 |
Betapa menyenangkannya dapat menulis lagi. bukan, bukan menulis tapi berbicara dengan hati.
Ingin sekali ku ciptakan sebuah puisi
puisi tentangmu
yang tiba-tiba saja hadir dalam anganku
ingin kutulis puisi tentang cerita kita
Walaupun tak pernah ada cerita cinta disana
Tapi satu yang pasti
Takkan pernah kulupakan cerita tentangmu
Karena pernah...
namamu mengisi hari-hariku
Karena kaulah impian masa mudaku
Walau hadirmu sekejap saja...
hanya sekejap
Tapi sekejap itu...
mampu merubahku
ah...
tahukah betapa berartinya dirimu bagiku
saat itu
andai saja...
andai saja waktu mempertemukan kita kembali
apa yang kan terjadi ?
kata apa yang kan kuberi ?
bahagiakah? gugupkah ? atau takkan ada lagi rasa
entahlah....
biarkan saja waktu yang menjawabnya
Ingin sekali ku ciptakan sebuah puisi
puisi tentangmu
yang tiba-tiba saja hadir dalam anganku
ingin kutulis puisi tentang cerita kita
Walaupun tak pernah ada cerita cinta disana
Tapi satu yang pasti
Takkan pernah kulupakan cerita tentangmu
Karena pernah...
namamu mengisi hari-hariku
Karena kaulah impian masa mudaku
Walau hadirmu sekejap saja...
hanya sekejap
Tapi sekejap itu...
mampu merubahku
ah...
tahukah betapa berartinya dirimu bagiku
saat itu
andai saja...
andai saja waktu mempertemukan kita kembali
apa yang kan terjadi ?
kata apa yang kan kuberi ?
bahagiakah? gugupkah ? atau takkan ada lagi rasa
entahlah....
biarkan saja waktu yang menjawabnya
Belajar dari dengungan yang menggemaskan
12.41 |
Pernah dengar suara dengungan lebah ?
Itu adalah suara yang sering saya dengar tiap hari.Suara dengaungan lebah. Lho kok ? Eits, jangan salah sangka dulu. Saya bukan peternak lebah. Tapi ini suara dengungan lebah yang lain. Dengungan lebah kecil yang menggemaskan....
Karena yang saya maksud dengungan lebah disini adalah suara celotehan si kecil. Jagoan kecil ku ini memang senang bercerita. Saking senangnya, dia berceloteh kapan pun dan dimana pun dia mau. Pulang sekolah, adalah saat yang paling rame. Ada aja yang jadi bahan ceritanya. Mulai dari penghapusnya yang dilempar oleh Fattah dan menghilang ke balik tumpukan kayu-kayu di gudang sekolah, tentang kegagalan nya menangkap tendangan Ayyash, tentang Ust. Syam yang lagi-lagi menegurnya karena bercanda saat sholat, dan lagi dan lagi dan lagi.....
Dia bercerita terus, terus, dan teruss.....
Awalnya mengasyikan mendengar celotehan-celotehannya itu. Tapi lama kelamaan saat tubuh udah lelah, dan butuh konsentrasi pada hal yang lain, maka celotehan-celotehannya itu berubah menjadi dengungan-dengungan lebah yang bikin kepala tambah 'nyut-nyut'.....
Ingin rasanya segera berteriak bilang 'diaammmm !!!'
Sedetik sebelum menumpahkan semua kekesalan itu, kulirik matanya. Hei, ada apa disana ? Ada cahaya dibalik bola matanya, diikuti oleh tarian dari tangan, dan hentakan-hentakan berirama dari kaki mungilnya. Lucu sekali....
Sedikit demi sedikit mulai kukumpulkan lagi serpihan-serpihan energi sabar yang tadi berantakan. Aku mulai ingat bahwa mendengar itu pake telinga, bukan mulut. kukunci lagi mulutku rapat-rapat, kubuka telinga lebar-lebar dan kupasang senyuman sebagai tambahan energi.
Sesaat kemudian aku mulai masuk pada dunia nya. sebuah dunia yang menyenangkan, tai juga terkadang aneh bin ajaib. Karena bagaimana pun ceritanya selalu dibumbiu oleh imajinasinya yang terkadang liar dan mengguncang.heuheu...
Toh dari ceritanya aku mengenal sedikit dunia nya, khayalannya, keinginananya, dan beberapa pengetahuan yang terkadang mengguncang kesadaranku sendiri....
Hari itu setidaknya aku belajar bahwa dengungan-dengungan itu tidak boleh diabaikan. Perlu kesabaran, dan telingan yang teruka lebar. Disertai sebuah senyuman sebagai pengahangat. Dan akan banyak hal yang menarik yang akan aku dapatkan disana. Tak jarang adalah hal-hal yang ternyata malah bermanfaat.
Inilah dia salah satu keunikan dari buah hatiku. Seorang jagoan kecil yang senang berdengung-dengung eh, maksud saya senang bercerita...
Mungkin ini salah satu bakat alaminya kali ya.... hehe....
Itu adalah suara yang sering saya dengar tiap hari.Suara dengaungan lebah. Lho kok ? Eits, jangan salah sangka dulu. Saya bukan peternak lebah. Tapi ini suara dengungan lebah yang lain. Dengungan lebah kecil yang menggemaskan....
Karena yang saya maksud dengungan lebah disini adalah suara celotehan si kecil. Jagoan kecil ku ini memang senang bercerita. Saking senangnya, dia berceloteh kapan pun dan dimana pun dia mau. Pulang sekolah, adalah saat yang paling rame. Ada aja yang jadi bahan ceritanya. Mulai dari penghapusnya yang dilempar oleh Fattah dan menghilang ke balik tumpukan kayu-kayu di gudang sekolah, tentang kegagalan nya menangkap tendangan Ayyash, tentang Ust. Syam yang lagi-lagi menegurnya karena bercanda saat sholat, dan lagi dan lagi dan lagi.....
Dia bercerita terus, terus, dan teruss.....
Awalnya mengasyikan mendengar celotehan-celotehannya itu. Tapi lama kelamaan saat tubuh udah lelah, dan butuh konsentrasi pada hal yang lain, maka celotehan-celotehannya itu berubah menjadi dengungan-dengungan lebah yang bikin kepala tambah 'nyut-nyut'.....
Ingin rasanya segera berteriak bilang 'diaammmm !!!'
Sedetik sebelum menumpahkan semua kekesalan itu, kulirik matanya. Hei, ada apa disana ? Ada cahaya dibalik bola matanya, diikuti oleh tarian dari tangan, dan hentakan-hentakan berirama dari kaki mungilnya. Lucu sekali....
Sedikit demi sedikit mulai kukumpulkan lagi serpihan-serpihan energi sabar yang tadi berantakan. Aku mulai ingat bahwa mendengar itu pake telinga, bukan mulut. kukunci lagi mulutku rapat-rapat, kubuka telinga lebar-lebar dan kupasang senyuman sebagai tambahan energi.
Sesaat kemudian aku mulai masuk pada dunia nya. sebuah dunia yang menyenangkan, tai juga terkadang aneh bin ajaib. Karena bagaimana pun ceritanya selalu dibumbiu oleh imajinasinya yang terkadang liar dan mengguncang.heuheu...
Toh dari ceritanya aku mengenal sedikit dunia nya, khayalannya, keinginananya, dan beberapa pengetahuan yang terkadang mengguncang kesadaranku sendiri....
Hari itu setidaknya aku belajar bahwa dengungan-dengungan itu tidak boleh diabaikan. Perlu kesabaran, dan telingan yang teruka lebar. Disertai sebuah senyuman sebagai pengahangat. Dan akan banyak hal yang menarik yang akan aku dapatkan disana. Tak jarang adalah hal-hal yang ternyata malah bermanfaat.
Inilah dia salah satu keunikan dari buah hatiku. Seorang jagoan kecil yang senang berdengung-dengung eh, maksud saya senang bercerita...
Mungkin ini salah satu bakat alaminya kali ya.... hehe....
Langganan:
Postingan (Atom)








