Baiklah...
Sekarang apalagi...
Aku tau kau perduli
Kau banyak berharap dariku
Awalnya
Entah apa yang terlintas dikepalamu.
Tapi baru kali ini kusadari
Kau punya ekspektasi tinggi terhadapku
Begitu pun aku
Terlalu tinggi ekspektasiku terhadapmu
Mendapati seorang pria dewasa
Mau menerima curahan hatiku
Memujiku
Memberi motivasi
Mayakinkan diriku bahwa aku berharga
Tentu menjadi sesuatu buatku
Aku yang memiliki tangki tangki kasih yang begitu kering kerontang
Karena tiada pernah diisi oleh pak suami
Mendapatimu bisa mengisinya
Adalah hal luar biasa bagiku
Hari ini...
Saat kau mau bersusah payah masuk dalam grup perempuan
Hanya untuk mengetahui apakah aku berpenyakit bipolar
Menjadi sesuatu juga buatku
Walau sebetulnya aku tidak yakin apa maksud dan tujuanmu sebenarnya
Tapi sudah menjadi hal yang membuatku hangat
Apakah betul karena aku atau hanya karena hal lain
Telah membuatku bahagia
Tapi mengingat kembali apa yang telah terjadi
Aku sungguh tidak pernah menyangka
Bahwa kau terluka
Dan luka itu
Membuatmu berlari
Hingga sembunyi
Aku tiada pernah maksudku
Menyakitimu
Aku tiada pernah punya niat buruk
Tapi ah apalah artinya
Toh aku tetap telah menorehkan luka
Membuatmu meradang
Maaf pun telah kukemas
Tapi aku tau harga dirimu
Terlalu tinggi untuk kubeli
Dan kini
Aku tiadalah lagi arti
Seperti pesakitan
Yang tolol dan bodoh
Tidakkah kau tau mengapa semua terjadi?
Karena aku terlalu berharap lebih darimu
Maafkan aku
Sesungguhnya itu tiadalah baik bagiku dan dirimu
Salahkan saja asmara
Yang datang secara tiba tiba
Menyapa disaat yang tak dinyana
Hingga membuatku menderita





