RSS

Baiklah

Baiklah...
Sekarang apalagi...
Aku tau kau perduli
Kau banyak berharap dariku
Awalnya

Entah apa yang terlintas dikepalamu.
Tapi baru kali ini kusadari
Kau punya ekspektasi tinggi terhadapku

Begitu pun aku

Terlalu tinggi ekspektasiku terhadapmu

Mendapati seorang pria dewasa
Mau menerima curahan hatiku
Memujiku
Memberi motivasi
Mayakinkan diriku bahwa aku berharga

Tentu menjadi sesuatu buatku

Aku yang memiliki tangki tangki kasih yang begitu kering kerontang

Karena tiada pernah diisi oleh pak suami

Mendapatimu bisa mengisinya
Adalah hal luar biasa bagiku

Hari ini...
Saat kau mau bersusah payah masuk dalam grup perempuan
Hanya untuk mengetahui apakah aku berpenyakit bipolar

Menjadi sesuatu juga buatku

Walau sebetulnya aku tidak yakin apa maksud dan tujuanmu sebenarnya

Tapi sudah menjadi hal yang membuatku hangat

Apakah betul karena aku atau hanya karena hal lain
Telah membuatku bahagia

Tapi mengingat kembali apa yang telah terjadi

Aku sungguh tidak pernah menyangka
Bahwa kau terluka

Dan luka itu
Membuatmu berlari
Hingga sembunyi

Aku tiada pernah maksudku
Menyakitimu

Aku tiada pernah punya niat buruk
Tapi ah apalah artinya

Toh aku tetap telah menorehkan luka

Membuatmu meradang

Maaf pun telah kukemas

Tapi aku tau harga dirimu
Terlalu tinggi untuk kubeli

Dan kini
Aku tiadalah lagi arti
Seperti pesakitan
Yang tolol dan bodoh

Tidakkah kau tau mengapa semua terjadi?
Karena aku terlalu berharap lebih darimu

Maafkan aku

Sesungguhnya itu tiadalah baik bagiku dan dirimu

Salahkan saja asmara
Yang datang secara tiba tiba
Menyapa disaat yang tak dinyana
Hingga membuatku menderita

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar